• Beranda
  • Cariyos
  • Catatan
    • Life Hacks
    • Anabul
    • Sambat
  • Jejak
  • Porto
facebook instagram pinterest twitter

a side of unseen life

ruang bertemu makna, lewat untaian kata

unsplash.com/ScottWebb

“Jadi mahasiswa gini amat, yak?” –Testimoni sebagai mahasiswa baru di tahun 2017. 

Siapa bilang kuliah lebih enak daripada sekolah? Tidak seindah bayanganmu, nak-kanak. Masa sekolah apa-apa sesuai instruksi guru, buku tersedia, berangkat-pulang jamnya pasti, bener? Di perkuliahan kamu menentukan sendiri segala hal yang menyangkut kehidupanmu. Boro-boro dengerin dosen ngejelasin, seringan juga mahasiswa diminta cari materi, dipresentasiin sendiri di kelas, pulang-pulang dikasih tugas. Yaa, cocoklah kalau dikasih slogan ‘dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa’. Horor, kan? Emang. Belum lagi kalau dosen tiba-tiba nggak masuk tanpa ngasih kabar padahal mahasiswa hobi telat sudah pada duduk anteng di kelas, whoopsie!

Mau lebih horor? Ingat, masa perkuliahan tidak akan membebaskanmu dari drama pertemanan dan percintaan. Justru lebih complicated. Circle pertemanan yang lebih bhinneka memungkinkan kamu ketemu orang dengan berbagai latar belakang. Kadang cocok, seringan enggak. 

Pusing?

Sudah, takutnya? 

Yak, mari mencoba untuk tetap tenang. Jadi mahasiswa memang berat, tapi ada opsi cara jitu, demi menghadapi kelangsungan kehidupan perkuliahan agar less worries. 

Pertama, tidak ekspektasi masa kuliah ≥ masa sekolah. Kenapa? Ya memang nggak gitu, hettt. Dari sistem belajar, sudah kusinggung di atas. Cara belajar pas kuliah itu lebih nano-nano. Tugasnya nggak lebih sedikit daripada tugas sekolah! Persoalan berteman juga sama. Nggak seperti waktu SMA yang hampir 10 jam selalu bareng teman-teman, di perkuliahan bakal lebih sering merasa sendirian. Jadi, enaknya kuliah cuma pake baju non-seragam, itupun bikin makin banyak cucian. Yok kontrol ekspektasi, yok~ 

Kedua, jadilah cuek, tapi nggak apatis. Ini adalah core of the core dari keseluruhan cara jadi mahasiswa chill. Ingat kata mbak Kirana Larasati ke mbak Jenny Jusuf, “Yaudah, si, Jen,...” mungkin penggalan kalimat itu bisa jadi pegangan hidup. Nggak semua masalah harus kamu tahu –apalagi masalah pribadi. Tips ini juga menjauhkan kamu dari overthink. Yaya, kadang kelihatan bego, sih, tapi mending daripada makin pusing. Walaupun cuek bebek, tetap mahasiswa nggak boleh apatis. Bedain! 

Ketiga, kenali dan yakin sama diri sendiri. Apa hubungannya? Akan ada masa di perkuliahan antara kamu dan teman terdekatmu menjadi saingan, bahkan tiba-tiba jadi lawan. Iri, kesel, misuh-misuhan, ugh! Oke, kompetitif itu wajib, tetapi nggak memforsir secara berlebih. Belum tentu yang dilakukan temanmu itu sama dengan kemampuanmu dan bukan berarti kamu nggak bisa berteman dengan orang yang bersangkutan. Temukan langkah suksesmu sendiri, Sayang –mencoba berbicara kepada diriku saat ini. 

Keempat, stop berharap lebih dan keep it balance. Ke teman, ke pacar, ke dosen, ke orang tua, cukup ke dirimu sendiri. Seriously, satu-satunya yang bisa melakukan isi pikiranmu dengan baik adalah kamu. Dengan nggak berharap lebih, seenggaknya kamu mengurangi rasa kekecewaan yang bisa timbul di lain waktu. Terus, penting juga membagi waktu antara kegiatan akademik, sosial, dan pribadi. Biar kuliah lancar, pertemanan meluas, dan mental tetap sehat. Semangat!

Kelima, banyak-banyak bersyukur. Mungkin ada fase temanmu mungkin sudah menemukan pekerjaan sampingan atau kegiatan lain dan kamu berpendapat itu lebih baik daripada kegiatan sehari-harimu yang isinya jalan-jalan, kuliner, nonton sama pacar, dan sama sekali belum menghasilkan cuan. Syukurin aja dulu, sambil berdoa dan berusaha besok lusa kamu bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dan temanmu punya kesempatan menikmati pengalamanmu yang sebelumnya. Nikmat Tuhan itu adil, kok. 

Keenam, tetap berusaha, lah! Edan po goler-goler tok? 

Lakukan semua sesuai kata Hindia, secukupnya. Semoga pengalaman dengan curhatan implisit mahasiswi semester VI yang sedang pusing ini bisa bermanfaat agar semua kaum almamater universitas jadi lebih chillin'. Daaaaaadah!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bagi para pecinta komik, Line Webtoon menjadi salah satu portal gratis favorit untuk mengakses komik digital. Webtoon berbasis Korea Selatan ini menyediakan beragam genre komik yang bisa kamu nikmati. Nggak hanya dari manca negara, banyak karya kreator lokal yang asik untuk dibaca. Berikut rekomendasi Webtoon lokal yang siap menambah list komik digital favoritmu! 

1. Matahari ½ Lingkar 


  Memanggil pecinta romance! Komik karya Chairunnisa ini bakal bikin perasaan kamu campur aduk! Menceritakan seorang gadis bernama Kayra yang sudah 10 tahun memendam perasaan kepada teman semasa SMA, Arka. Satu dasawarsa telah berlalu, nyatanya Kay masih belum bisa sepenuhnya move-on. Lama tidak berjumpa, Kay dipertemukan kembali dengan kenyataan bahwa Arka akan segera menikah. Nah, lho? Apa kabar perasaan Kay? Webtoon ini nggak hanya berfokus pada dunia Kay dan Arka, tetapi juga hubungan pertemanan Kay, Shei, dan Jiya, juga perasaan menggantung Kak Ben untuk Kayra. Asli, wajib baca! 

2. Kosan 95


Saat Rena sedang pusing mencari uang untuk membayar biaya kosannya yang telah menunggak lebih dari batas waktu, sebuah tawaran menggiurkan datang. Rena diundang untuk tinggal di kosan ekslusif bernama Kosan 95, tanpa harus membayar sekaligus diberi kesempatan bekerja di JY Group. Embel-embel lain yang lebih membuat Rena penasaran, Rena akan dipertemukan dengan sang kakak yang telah lama terpisah akibat kasus penculikan. Meski terasa menguntungkan, nyatanya teka-teki kehidupan Rena di Kosan 95 dan tempatnya bekerja, JY Group, tidaklah mudah. Kisah Rena demi bertemu kakaknya karya Didiwalker ini akan bikin kamu penasaran sekaligus kesal!

3. 7 Wonders 


Pernah mendengar legenda Jaka Tarub, Nawangmulan, dan 7 Bidadari? Jika iya, mungkin kamu akan naksir dengan komik fantasi karya Metalu ini! Di tengah keterpurukkan karena jatuh miskin, Jaka mendapat kejutan bertemu 7 bidadari sedang bermain air di sungai. Seperti kisah legenda, Jaka versi Webtoon juga mencuri selendang salah satu bidadari bernama Kenanga. Kisah Jaka tidak berakhir begitu ia jatuh cinta pada Kenanga yang harus kembali ke Kahyangan setelah menemukan selendangnya. Jaka yang mengetahui bahwa ia adalah pewaris Kerajaan Inti Bumi murka saat Kenanga akan dijadikan istri ke-7 oleh Dewasrani. Konflik guna memenuhi ambisi Jaka merebut Kenanga membuat komik ini semakin menarik untuk ditunggu setiap minggunya! 

 4. Tweening 


 Kalau kamu suka kisah romance ala remaja, coba mampir Webtoon karya Amabel Emillavta berjudul Tweening. Komik ini menceritakan Caroline Manson, gadis asal Indonesia yang sedang menempuh studi animasi di Rouge Academy of Arts. Hidup di rantau tentu membuat hari-hari Carol nano-nano, apalagi setelah ia mengenal senior sekaligus anak pianis terkenal di kampus, Nathan. Kisah yang relatable dengan kehidupan sehari-hari dibungkus gambar epic, pasti bisa bikin kamu betah lama-lama baca Tweening! 

5. Blue 


Berteman dengan hantu nggak selamanya menyeramkan. Setidaknya itu yang dirasakan Juni setelah mengenal Sam, hantu jembatan yang terus mengikutinya. Meski awalnya cukup menyebalkan, Sam membantu Juni ‘si penyendiri’ menjadi banyak kawan. Di saat Juni mulai nyaman dengan hadirnya Sam, Juni harus menelan kenyataan bahwa Sam adalah makhluk dari dimensi lain yang harus kembali ke alam baka, bisakah Juni merelakan Sam? 

 6. Rainbow Bridge 


 Kamu suka hewan? Mungkin kamu akan jatuh cinta dengan kisah Aira, dokter hewan baik hati yang harus melanjutkan klinik milik kakeknya dan tiba-tiba bisa melihat arwah hewan yang telah meninggal. Nggak hanya melihat, Aira juga harus membantu para hewan ini untuk menyelesaikan urusan di dunia sebelum pergi untuk selama-lamanya. Meski baru update hingga episode 7, komik Rainbow Bridge bakal bikin kamu mengharu biru! 

 7. Zona Maya 


 Menjauh bukan berarti akan dijauhkan. Begitulah kisah Maya dengan Radi karya Tupaikidal. Walaupun harus berpisah pasca pertemuan singkat saat SMA (baca: Lara(s)Hati), Maya dan Radi kembali dipertemukan di kampus yang sama. Seolah kisah lama belum selesai, Maya terus menerus menghindari Radi demi menghalau perasaan aneh tiap mereka bertatap muka. Coba intip kejahilan Radi pada Maya di Webtoon Zona Maya. Ada kemungkinan Maya dan Radi bisa jadian nggak, sih? Jadi, mana Webtoon baru ?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Kenalan, yuk!

Kenalan, Yuk!

an earth-based storyteller who loves to write randomly.

kenal lebih jauh

Catch me on:

  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Kategori

Jejak Rekomendasi Sambat Taktik anabul cariyos catatan

Space Ads

soon

Last Update!

Babu 101: Yang Perlu Kamu Siapkan Saat Hendak Pelihara Kucing

babies.  Masih dalam episode menjadi babu magang yang berusaha memahami kucing secara otodidak. Kali ini aku mau berbagi guide-line dasar a...

Blog Archive

  • ►  2021 (5)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2020 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ▼  Maret (2)
      • Cara Santai Hadapi Mumetnya Jadi Mahasiswa
      • Rekomendasi Webtoon Lokal yang 'Baperable'
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Unggahan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Yuk, jadi sahabat pena!

Nama

Email *

Pesan *

Bagian dari:

Blogger Perempuan
”blogger
1minggu1cerita

Laporkan Penyalahgunaan

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.”

― Anais Nin

jeneruri.com copyright contents © 2021 | theme created by ThemeXpose