• Beranda
  • Cariyos
  • Catatan
    • Life Hacks
    • Anabul
    • Sambat
  • Jejak
  • Porto
facebook instagram pinterest twitter

a side of unseen life

ruang bertemu makna, lewat untaian kata

Setelah tiga purnama tanpa temu, September datang menjadi waktu yang menyenangkan. Yap, kita kembali, ke Yogyakarta. Memulai semester V dengan penuh bayang-bayang ‘hendak-jadi-apa’ yang semakin menjadi. 
Tapi tenang, bukan cemas yang akan aku bagikan di sini.


Sumber: Unsplash.com

12/09/19
Aku menggeliat di atas kasur, mencari ponsel dan mendapati jam menunjukkan pukul 05.41, cepat-cepat aku mengirim pesan. Takut kalau kereta tiba lebih cepat dari jadwal seharusnya.
          05.41  Kamu sampe mana?
05.41  Nguantuk
Aku baru bangun, hehe  06.08
06.09   Sampe mana?
Kutoarjo kayanya  06.09
Rada telat  06.09  
Kembali menggeliat, setidaknya masih ada sisa satu jam sampai kamu benar-benar tiba di Lempuyangan, ‘kan?
Eh, di Wates aku hehe  06.10
Sekitar 20 menit lagi sampe sayang  06.10
Atau 30? hehe  06.10
06.10  wagela!
  06.10   Aku siap-siap dulu
Iya, nanti kabarin kalo mau berangkat, ya!  06.11
Aku baru tahu kalau jarak tempuh Kutoarjo-Wates cuma butuh satu detik! Buru-buru aku bangun. Belum juga mandi, masa mau ketemu pacar masih bau iler? Plis! –padahal seringan juga begitu. Asal pilih baju, tanpa bedak hanya gincu. Terbirit menggeber motor membelah Jalan Taman Siswa yang penuh sesak bapak ibu mbak mas yang memulai aktivitas.
Ingin ku ngebut sambil teriak, “MISI MAS, MBAK, PAKDE, BURUAN DONG! –saya mau jemput pacar, nih!” tapi nggak mungkin lah ya, malu-maluin aja
Selalu, aku lupa mengabari kalau hendak berangkat, kemanapun. Hehe.
Sudah sampai stasiun, memarkir motor, eh, bapak parkirnya dikacangin.
“Mau ke Solo, mbak?”
“Enggak, Pak. Saya mau jemput pacar.”
Nah, loh. Jujur amat. Bapak parkir cuma bisa senyam-senyum sambil nagih iuran parkir dua ribu rupiah. Seperti tahu aku buru-buru, bapak parkir cepat mengambil alih helm yang entah kenapa nggak mau ditaruh. Hih, kzl.
“Ojek, Mbak?” sapaan khas dari Kang Ojek yang mangkal di pintu masuk Stasiun Lempuyang.
Maaf, Kang, kamu ku cuekin juga.
Ruang tunggu lengang, nggak banyak penumpang pagi. Aku celingak-celinguk, cari kamu! Tapi nggak ketemu. Apa aku diprank?
Aku baru ngeh sesudah membuka ponsel dan membaca pesanmu.
Love you  06.13
Kamu udah berangkat?  06.36
Hati2 ya sayang  06.36
Aku udah sampe hehe  06.36
Aku juga beberes dan cuci muka dulu kok  06.36
Santaaai  06.36
Hati2 ya sayang  06.40
Kabarin sayang ya kalo sudah di depan  06.58
Ketemu di dalem saja, pintu keluar timur  06.58
Hati2 ya sayang  06.40
  07.15   Di mana?
Heran, kamu nunggu setengah jam lebih aja sabar, kok aku baru 5 menit muter stasiun udah pengen mencak-mencak?
Kamu sudah di situ??  07.15
Iyaa aku jalan ke luar hehe  07.15
Sudah lelah mondar-mandir nggak ketemu juga, akhirnya kamu muncul dari pintu kedatangan sebelah timur. Menggeret koper oranye terang, tas punggung menggembung, dan satu tas depan mirip tas botol susu. Aku tertawa. Kaya turis jauh aja!
Anehnya, lidah kita kaku. Hanya memeluk raga sekilas lalu diam. Wah, serasa baru pacaran kemarin magrib. Dua tiga langkah kemudian baru kamu berucap, “Gincumu merah banget.” Komentar yang pas untuk membuka sebuah obrolan langsung setelah 3 bulan hanya lewat tali bicara.
Kamu sudah datang, berarti aku nggak (boleh) lagi  ngemall sendirian :)

–to be continue?



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
1999-2019. 

Sejahtera selalu untukmu, diriku.
Juga pembaca yang semoga tulisanku bisa selamanya menjadi berguna.
----------------------------
Untuk aku di usia dua puluh.

Selamat! Kamu semakin tua. Tanggung jawabmu bertambah. Bukan cuma soal diri dan nyawamu. Ada keluarga, teman, sekolah, kerja, dia, dan lainnya. Rumit, sampai enggan diri membayangkan menjadi baya. Masih nyaman sekali menjadi bocah. Tapi sekali lagi, usia adalah sebuah narasi hidup yang terus berjalan.

Tak apa, kamu masih bisa belajar.

Esok lusa kalau sudah semakin tumbuh, kamu mulai melihat dunia tak sesederhana ilusi dalam pikiranmu. Sesak. Bersaing. Menang sendiri. Fisikmu harus kuat! Otakmu terus bekerja! Dan hatimu terjaga tangguh! Jangan berhenti. Jahatnya kehidupan tak kenal kata menyerah.

Kamu harus belajar dari gobak sodor, menggapai garis finish perlu banyak usaha menghalau halangan. Kamu harus berlatih lompat tali, agar sigap menghadapi tali ujian yang akan lewat. Sedikit menutup mata untuk membidik seperti bermain kelereng. Walau agaknya sesulit engklek, tertatih perlahan dengan satu kaki sebelum benar-benar tegap di ujung impian.

Tentang ini, selayaknya kusampaikan ini padamu di awal paragraf.

Jangan pernah memalingkan wajah dari Sang-Pengampu Sembahmu. Datang awal untuk sembahyang. Berdoa! Minta restu mama papa, dan jangan meremehkan hati manusia. Jaga lisan, jaga perbuatan. Terus berbagi, selalu berkasih, dan kurang-kurangi tutur untuk mengeluh. Akalmu tak akan sampai bagaimana Tuhan menjalankan keajaiban takdir.

Untuk aku di usia dua puluh.

Cita-citamu boleh setinggi langit, tapi hati tetap harus membumi.

Semoga sisa usia lebih-lebih baik, penuh keberkahan, juga kebahagiaan. Hidupmu bukan hanya tentang seisi semesta. Mesti ingat Pemilik Sarwa akan bertanya apa-apa yang sudah kamu lakukan, dan bagaimana kamu mempertanggungjawabkan.

–Salam dariku, di usia sembilan belas yang sedang bersiap menyambutmu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Kenalan, yuk!

Kenalan, Yuk!

an earth-based storyteller who loves to write randomly.

kenal lebih jauh

Catch me on:

  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Kategori

Jejak Rekomendasi Sambat Taktik anabul cariyos catatan

Space Ads

soon

Last Update!

Babu 101: Yang Perlu Kamu Siapkan Saat Hendak Pelihara Kucing

babies.  Masih dalam episode menjadi babu magang yang berusaha memahami kucing secara otodidak. Kali ini aku mau berbagi guide-line dasar a...

Blog Archive

  • ►  2021 (5)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2019 (2)
    • ▼  September (1)
      • Memaras Jarak
    • ►  Januari (1)
      • Sedikit Pesan, Untuk ‘Aku’ yang Nanti Berusia Dua ...
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Unggahan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Yuk, jadi sahabat pena!

Nama

Email *

Pesan *

Bagian dari:

Blogger Perempuan
”blogger
1minggu1cerita

Laporkan Penyalahgunaan

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospect.”

― Anais Nin

jeneruri.com copyright contents © 2021 | theme created by ThemeXpose